Tags

, , , ,

Labuhan Lampung

Kota lampung … dibangun di sepanjang teluk Lampung yang menghadap selat Sunda. Berbagai pelabuhan menjadi titik perekonomian. Pelabuhan barang/kapal tanker maupun pelabuhan Bakahuni tempat perpindahan manusia dari satu pulau jawa menuju Sumatra.

Kota yang tak terlepas dari penghidupan laut. Begitupula di bibir pulau, banyak titik-titik strategis yang memiliki keindahan alam. Pantai-pantai berpasir putih dengan pemandangan lepas ke arah selat Sunda. Hampir seluruh lekukan teluk Sumatra selatan ini terlihat dari titik manapun. Pantai Mutun, salah satu dari daya tarik provinsi ini. Letaknya yang strategis dan tenang menjadikannya layak sebagai tempat tujuan wisata. Pasir putih, air bersih bening dan pemandangan lepas ke arah cakrawala membuat hati setiap orang damai. Akses dari kota pun cukup 30-45 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Perekonomian warga lokal terbentuk dari keberadaan pantai ini. Di sepanjang bibir pantai, dibangun gubug-gubug tempat berteduh para pengunjung. Setiap pengunjung yang ingin memanfaatkan keberadaan gubug tersebut harusnya membayar sewa gubug. Pengunjung bisa beristirahat, makan maupun ngobrol di gubug.  Gubug-gubug ini dibangun berderet-deret, hingga menutupi pandangan ke arah pantai. Seakan-akan keberadaan gubug ini tidak mengikuti konsep kerapihan yang mendukung pantai Mutun ini sebagai daya tarik  wisata.

the seashore

Di hadapan pantai ini terdapat sebuah pulau kecil yang mungkin seluas 5000 m2. Di sisi utara pulau tersebut memiliki hamparan pasir yang putih dengan air bening dan terhitung dangkal. Titik ini sangat menarik untuk tempat bermain air maupun berenang. Sedangkan di bagian selatan pulau kecil ini masih dihuni oleh pepohonan liar dengan batas air berupa batu-batu. Di sekitar pulau kecil itu masih banyak karang-karang yang  menjulang sampai tampak di atas air.

Kapal nelayan

Untuk bisa melihat maupun mendatangai pulau kecil ini, pengunjung bisa turut menumpang kapal yang disediakan di pantai. Setiap orang cukup membayar  5 ribu rupiah untuk menumpang di kapal nelayan tersebut. Berangkat dari bibir pantai Mutun, kapal nelayan tersebut bergerak menyisir sekitar pulau kecil itu. Air laut yang tenang, membuat perjalanan laut yang hanya 10 menit menjadi menyenangkan dan aman. Setiap penumpang bisa melihat pepohonan yang tumbuh di pulau kecil itu, terlihat pula batu-batu yang cukup besar berada di batas antara pulau kecil itu dengan air pantai.

Melintasi lautan sangatlah menarik seperti halnya lagunya Rod Stewart. Mengarungi laut, melayang di angkasa, mendekat menuju sang Pencipta.

I am sailing, I am sailing,
home again ‘cross the sea.
I am sailing, stormy waters,
to be near you, to be free.

I am flying, I am flying,
like a bird ‘cross the sky.
I am flying, passing high clouds,
to be with you, to be free.

Can you hear me, can you hear me
thro’ the dark night, far away,
I am dying, forever trying,
to be with you, who can say.

Can you hear me, can you hear me,
thro’ the dark night far away.
I am dying, forever trying,
to be with you, who can say.

We are sailing, we are sailing,
home again ‘cross the sea.
We are sailing stormy waters,
to be near you, to be free.

Oh Lord, to be near you, to be free.
Oh Lord, to be near you, to be free,
Oh Lord.

Sailing Sailing

Sedangkan pesona angkasa, pesona awan sejauh cakrawala, seindah lagu yang dilantunkan oleh Vina Panduwinata.

Burung camar, tinggi melayang
Bersahutan, di balik awan
Membawa angan-anganku jauh meniti buih
Lalu hilang larut di lautan

Oh bahagia tiada terperi
Indah nian derap jiwaku
Tak kenal duka derita tak kenal nestapa
Ceria s’lalu menggoda

Tiba-tiba ‘ku tertegun lubuk hatiku tersentuh
Perahu kecil terayun nelayan tua di sana
Tiga malam bulan t’lah menghilang
Langit gelap walau tak bermega

Tiba-tiba kusadari lagu burung camar tadi
Hanya kisah sedih nada duka, hati yang terluka
Tiada teman, berbagi derita,
bahkan untuk berbagi cerita

Burung camar, tinggi melayang
bersahutan dibalik awan
Kini membawa anganku yang tadi melayang
Jatuh dia dekat di kakiku

Tiada camar di atas awan

Maaf ternyata camarnya tidak kelihatan, karena semua pindah ke labuhan tempat lelang ikan. Di sekitar pantai ini tak ada ikan-ikan berenang di air yang lumayan dangkal itu sehingga tidak menarik minat si camar.

Menyisir ke utara pulau kecil itu terlihat air bening cukup untuk melihat ganggang hijau yang  tumbuh di bawah air. Air terlihat dangkal. Semua bentuk benda maupun makhluk hidup terlihat jelas. Penumpang bisa turun juga di pulau kecil itu dari sisi utara pulau. Pasir putih sisi  utara pulau kecil itu menyapa. Hanya ada beberapa gubug kecil yang dibangun di pulau kecil itu. Cukup mengasikkan.

Pulau Tangkil

Terpesona

Terpesona

Gadis bercermin air

Ketika melihat air bersih dan bening tersebut. Bayangan kita pun mampu dipantulkan dengan sempurna. Melihat air bening itu, membuat seorang gadis  perempuan menjadi gembira bukan kepalang. Seorang gadis  yang mensyukuri keindahan karunia Tuhan dengan wajah cantiknya yang tampak terpantul oleh air bening laksana cermin itu. Dengan pantulan sempurna itu, seorang gadis seakan siap bersolek di hadapan cermin kamarnya. Dari bayang-bayang yang dipantulkannya, kita bisa melihat jelas halus kulit wajah kita, guratan-guratan kulit hingga helaian rambut hitam maupun pirang. Dengan pantulan bening nan sempurna itu membuat gadis siap-siap menaburkan bedak di sisi-sisi wajahnya hingga rona memerah.

Tetapi air bening itu seakan cermin yang rapuh, yang hanya dengan sekali sentuh saja akan merusak tatanan bayang-bayang yang terbentuk indah dan rapi. Hantaman kapal nelayan memecah keheningan air pantai itu seketika.

Kok malah ngomongin gadis bercermin.. Kembali ke laptop

Melintasi seputaran pulau kecil itu cukup menyenangkan. Pandangan jika di arahkan ke utara akan tampak pulau Sebesi. Pulau yang sering dikunjungi untuk melihat-lihat kebesaran gunung anak Krakatau. Lebih jauh lagi pandangan diarahkan akan tampak gunung anak krakatau yang menjulang tinggi.

Pengelolaan wisata pantai ini yang terhitung sederhana. Hanya beberapa fasilitas yang dikelola dengan baik. Hanya ada kapal nelayan yang dipergunakan untuk mengitari sekitar pantai. Ada sebuah permainan air seperti layaknya waterboom di kota-kota. Selebihnya hanya gubug kecil di pinggiran pantai.

Pada akhirnya pantai ini tetap menjadi daya tarik. Sumber ekonomi. Tempat melepas lelah, menghilangkan penat dan mensyukuri nikmat serta mengakui kebesaran Alloh SWT.

Subhanalloh.