Tags

, ,

26 Agustus 2011

Kuningan, Jakarta

Semuanya berawal dari kota Jakarta. Tempat beradu nasib, tempat mencari penghasilan untuk sesuap nasi. Untuk lebaran 2011 yang kemungkinan jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011. Mudik pun mulai ramai terutama tujuan kota-kota jawa tengah dan Jawa Timur.

Jam 3 pagi mulai meluncur dari Kuningan, Jakarta. Mobil sudah siap, dengan isi bensin. Ini mudik pertamaku dengan kendaraan pribadi. Akupun mengajak temanku untuk dalam 1 rombongan mobil. Dari Jakarta meluncur menuju Cikampek ( tol ), jalanan sangat lancar. Begitu 4-5 km menuju tol CIkampek, kepadatan pun mulai terasa. Tol Cikampek ini memang menjadi bottle neck arus kendaraan. Waktu dibutuhkan sekitar 1,5 jam untuk bisa sampai tol CIkampek ini.

Cikampek

Di cikampek ketika jam 04.40. Untung tadi kami sudah persiapkan makanan sahur, hingga bisa disantap di tengah jalan. Masuk pintu tol dan keluar tol pun sangatlah padat. Keluar tol untuk menuju Indramayu ada dua jalur yaitu lewat jalur normal dan lewat jalur Sadang.

Pagi shubuh itu arus kendaraan tidak dialihkan lewat Sadang. Karena memang masih terhitung terkendalikan. Sekitar jam 05.10 kami mampir sejenak di Pom Bensin dan Mushola 2 km setelah tol CIkampek untuk menjalankan ibadah shubuh. Selesai segala urusan, perjalanan dilanjutkan.

Indramayu

Perjalanan Cikampek menuju Indramayu, adalah perjalanan terpadat dan termacet untuk mudik kali ini. Perjalanan padat merayap dengan hanya kecepatan sekitar 10-20 km/jam. hal ini karena memang jalur jalannya terhitung sempit dan merupakan jalur utama.

Mungkin memang karena padat dan pengalaman pertamaku. Akhirnya mobilku menyundul kendaraan lain dalam kepadatan tersebut. Akhirnya bemper depan mobil saya sedikit rusak. Karena memang saya yang menabrak, saya pun mengganti pembiayaan mobil yang saya tabrak. Setelah dilakukan diskusi dan pertimbangan ini itu, akad pun tercapai. Saya menyerahkan uang untuk pemilik kendaraan tersebut seandainya nanti perlu perbaikan di bengkel.

Sekitar jam 12 kami belom melewati tol Kanci maupun Pejagan menuju Cirebon. Kami, masih berkutat di Indramayu. Kami pun berhenti untuk menunaikan sholat Jumat. Susah mencari masjid untuk sholat Jumat. Semua masjid dipenuhi dengan kendaraan para pemudik. Tetapi alhamdulillah kami bisa mendapatkan tempat sholat Jumat yang tepat.

Kota Cirebon

Setelah melewati Indramayu, kami pun memasuki Tol Kanci dan Pejagan untuk masuk ke kota Cirebon. Kami pun melakukan kontak ke beberapa rekan kami yang berada di kendaraan lain. Dan sesuai prediksi, biasanya kalau pas waktu padat ini, jalur tol Pejagan akan lebih padat dan macet. Hal ini dikarenakan ada beberapa titik di tol Pejagan ini yang harus melewati jalur rel kereta api. Pada jalur ini tidaklah terlalu mulus. Sehingga kecepatan kendaraan pun akan menurun.

Sementara pintu tol Kanci, terhitung lebih lancar ketimbang tol Pejagan. Meskipun jalur tol Kanci lebih pendek, tetapi tidaklah harus melewati jalur rel tersebut. Sehingga tidak menyebabkan kemacetan. Dan terbukti jalur tol Kanci yang kami lewati sangatlah lancar, begitupula  jalur keluarnya hingga menuju Brebes. Sangaattt lancar   …🙂

Kota Tegal

Memasuki daerah Tegal pada jam 3 sore. Memasuki kota tegal dengan tagline “Tegal Kota Bahari “. Perjalanan di kota ini terhitung padat cepat. Kita sudah melewati terminal Tegal pada jam 15.50. Perjalanan mulai agak lancar kembali.

Nama Tegal sendiri sangat terkenal dengan warteg – Warung Tegal yang banyak ditemukan di kota Jakarta. Terapi saat memasuki kota ini, kami tidak menemukan satupun warung yang dinamakan dengan warteg. Itu bukanlah suatu keanehan, karena warung yang sudah berlokasi di kota tegal tidak mungkin menamakan kembali dengan nama warung Tegal. Biasanya cukup dengan warung saja.

Di kota tegal ini kami berhenti untuk menjalankan ibadah sholat ashar. Kami berhenti di Pom Bensin yang mendapatkan rekor muri, yang kemudian dinamakan Pom Bensin Rekor Muri. terlihat fasilitas pom bensin ini sangat komplit, antara lain mushola, rumah makan, wartel, tempat refleksi, cafe, ATM dsb.

Kota Pemalang

kota Pekalongan

kota Kendal

Dalam perjalanan kendal menuju Semarang, kami melewati alas Roban. Waktu itu menunjukkan jam 19.00, kami berhenti di pom bensin di alas roban. Sementara jalan dari kendal menuju Semarang sangatlah lancar dengan kecepatan 80 km/jam.

Kecepatan agak berkurang saat memasuki kota Kendal dikarenakan jalanan juga dipenuhi dengan lalu lalang warga lokal.

Kota Semarang

Kota Ungaran

Kota Solo

Sekitar jam 23.00 waktu setempat kita sudah sampai di kota Solo. Malam hari itu jalanan kota Solo sudah lumayan sepi. Jadi kita bisa agak santai sambil memandangi warna warni kota Solo di malam hari.

 

Bayangkan total butuh waktu 20 jam perjalanan dari Jakarta menuju Solo saat moment mudik Lebaran 2011 ini.

– bersambung –