Tags

, , , ,

Sungguh arus balik Lebaran 2011 adalah sangat melelahkan bagiku. Bayangkan saja untuk perjalanan menggunakan mobil dari kota Solo menuju Jakarta ditempuh dalam 26 jam, termasuk berhenti di beberapa titik bermenit-menit.

Sebenarnya apa yang terjadi? Ya, memang moment itu adalah momentum arus balik pasca lebaran. Berjuta-juta orang berkendara kembali ke Jakarta, aku salah satunya. Kemacetan terjadi dimana-mana tidak bisa dipungkiri lagi.

Solo, tentu saja kota tujuan mudik dan asal arus balik. Kadang solo juga dilewati kendaraan dari berbagai tujuan kota di Jawa Timur. Jalur yang bermasalah dari kota solo adalah saat perjalanan menuju Semarang. Titik macetnya adalah di kota Salatiga. Kondisi jalanan yang naik turun berbukit membuat beberapa kendaraan besar/berat tidak bisa mencapai kecepatan optimal. Kadang pun titik perempatan traffic light juga membuat kemacetan. Kalau aku kemarin terjebak macet juga di titik ini. Yach mau gimana lagi. Moga-moga sih jalan tol semarang-solo bisa segera selesai dibangun, biar perjananan solo-semarang makin lancar jaya … Hip hip horeeee.

Lalu kondisi sekarang, jalan tol tersebut baru selesai dari Semarang-bawen. Kalau gak salah baru sekitar 20 km. Tetapi ini cukup lumayan lah. Sebenarnya sampai Ungaran sudah hampir jadi, tetapi belum dibuka tol sampai Ungaran. Kalau bisa segera dibuka akan cukup lumayan. Saat keluar tol Semarang juga mengalami kemacetan. Ujung tol Semarang adalah titik pertemuan ujung tol semarang dan ujung tol dari arah Purwodadi. Kemacetan pun tak terhindarkan.

Selebihnya dari Semarang melewati Pantura : Kendal, Batang, Pemalang, Pekalongan, Tegal, Brebes hingga Cirebon terhitung lancar.

Di cirebon menuju Jakarta kita bisa melewati tol maupun jalur pantura biasa. Kalau melewati tol akan keluar dibeberapa titik pintu keluar yaitu Kanci, Plumbon, Pejagan dan Palimanan. Kalau pintu keluar terjauh Palimanan akan keluar di Indramayu. Inilah titik termacet selama arus balik lebaran tahun 2011 ini. Pada malam hari saat di Semarang, aku mendapat info sms dari temenku kalau tol cirebon – indramayu mengalami kemacetan 50 km. Akhirnya aku mulai berpikir apakah ada jalur alternatif lain. Temenku juga sms agar aku sebaiknya ambil jalur alternatif lewat Sumedang – Bandung – Tol Cipularang – Jakarta. Aku mulai browsing melalui twitter maupun google, siapa tahu ada orang yang pasang status update tentang jalur alternatif ini. Dan akhirnya ketemu bahwa jalur terbaik adalah lewat pintu keluar tol Plumbon.

Karena saat arus balik itu aku sendirian dalam mobilku, aku selalu ambil istirahat di beberapa titik dan waktu2nya sekalian dipakai untu Sholat. Beberapa tempat yang kujadikan tempat istirahat adalah pom bensin di Salatiga, Batang, Brebes, dan rest area tol Cirebon. Mataku tidak cukup kuat untuk tetap siaga dalam perjalanan malam itu. Paling lama adaalah saat istirahat di rest area tol cirebon dari jam 3 pagi sampai jam 5.30 pagi. Begitu berangkat, setelah memasuki gerbang pembayaran tol Bakrie itu, aku langsung ambil jalur kiri dan menuju Plumbon. Memang bener, sekitar 5 km sebelum pintu keluar Plumbon, aku sudah terjebak macet, jalan padat merayap.

Begitu keluar dari tol aku langsung saja menggeber mobilku melewati Majalengka, Sumedang, Subang, Sadang dan tol Purbalenyi. Jalanan yang ditempuh tak terlalu bagus, naik turun jalan berbukit. Di Subang dan Sadang terjebak macet juga dan butuh waktu sekitar 2 jam. Saking lelahnya aku istirahat lagi di masjid sekitar 1 km sebelum pintu tol Purbalenyi. Waktu istirahat pun cukup lama dari jam 12 sampai jam 14.30. Begitu badan terasa bugar lagi, aku langsung meluncur ke tol dan meluncur ke kota Jekardah. Akhirnya sampai di BSD jam 5 sore.
Sangat melelahkan.

Untuk tahun depan, aku ingin mencoba lewat jalur selatan yang katanya hanya butuh waktu 16 jam dari Jogja ke Jekardah. Yuuuk mariii kita coba.

Menantang bukan perjalanan ini …. Hehehehe ^_^