Tags

,

Perjalanan batu – Dusun Tengger
Agendaku di Malang adalah dua setengah hari. Agenda utamanya adalah workshop dan ditambah dengan agenda entertainment setelah workshop.

Setelah selesai workshop dan dilanjutkan dengan nonton bareng bola final sea games 2011. Aku dan teman-teman yang lain istirahat, dan dipakai untuk tidur. Kami harus bersiap-siap ke kawasan Bromo pada jam 12 malam.

Kebetulan kami menginap di daerah Batu, Malang. Tepatnya di Klub Bunga. Perjalanan dari Batu ke Bromo membutuhkan waktu tiga jam. Setelah semua orang berkumpul dan jam 1 malam kita berangkat menuju Bromo.

Benar 3 jam ditempuh sampai lokasi lembah bromo di kawasan penduduk Bromo. Jam 4 kami sampai di titik penginapan lembah Bromo. Di situ adalah masuk wilayah desa NgadiSari. Kami pun bersiap-siap dengan menyiapkan snack dan sholat shubuh. Brrr airnya begitu dingin. Sangat dingin.

Mendaki Puncak Penanjakan
Dari pool keberangkatan. Kami bersiap menuju puncak penanjakan. Puncak penanjakan adalah gunung di sebelah Bromo yang merupakan titik pandang untuk melihat indahnya Gunung Bromo, Gunung Semeru dan pastinya terbitnya mentari pagi dari balik gunung Bromo.

Kami berangkat. Berangkat menggunakan hardtop, Bromo jeep. Dalam sebuah kendaraan dinaiki oleh 4-5 penumpang dan ditambah dengan satu drivernya. Jalannya menanjak dan masih gelap. HardTop dengan hanya 3 gigi tersebut berusaha keras. Harus orang-orang yang terlatih dan familiar dengan jalan menuju puncak penanjakan.

Sekitar 20 menit, atau sekitar jam setengah lima, hardtop berhenti tidak bisa melanjutkan perjalanan. Kita harus turun dan naik sendiri ke puncak penanjakan. Ini karena memang jalannya hanya berupa jalan setapak. Tetapi ada opsi pilihan naik menggunakan kuda. Kami pun nekat dengan jalan kaki. Jalan pelan tapi penuh semangat dan pastinya harus hati-hati karena jalan yang cuma setapak.

Kami berjalan, berlomba dengan mentari. Kami menuju puncak, mentari pun mulai memancarkan sinar fajarnya menembus ufuk timur. Meski pun belum sampai puncak, semburat sinar warna merah pun sudah memancar di ufuk. Indah sekali.

Sunrise di Balik Bromo

Sunrise di Timur Bromo

Menanti Matahari Terbit
Akhirnya sampai juga di puncak penanjakan. Titik pandang untuk melihat Bromo. Terutama keindahannya. Di puncak penanjakan ini terdapat tempat berteduh yang terbuat dari beton. Mirip poskamling gitu deh. Jumlahnya ada 2. Orang-orang menanti matahari terbit di sekitar tempat berteduh itu. Ato mungkin bisa naik di atasnya.

Sembari menunggu matahari. “Kopi panas, Milo anget, Jangung bakar”. Ya, itulah suara-suara bapak-ibu yang berjualan di puncak penanjakan ini. mereka menawarkan minuman hangat dan makanan siap santap model snack. Memang udara sangat dingin dan sangat cocoklah menyeruput minuman hangat disini.

Dan akhirnya mentari pun muncul dari balik fajar. Kuning menyeruak menembus angkasa. Indah tak terbantahkan. patut diabadikan.

Turis Bromo
Dan yang terakhir untuk dijadikan catatan di perjalanan ke puncak penanjakan ini adalah para pelakunya. Kulihat tampak sebagian besar yang naik ke puncak penanjakan ini adalah turis asing. Kulihat tampak orang eropa dan jepang korea naik kesitu. Bahkan ada beberapa kakek nenek yang tampak sudah berumur dan bahkan sudah menggunakan tongkat penyangga jalan, masih nekat naik ke puncak penanjakan.

Aku sungguh salut kepada mereka. sudah tua tetapi sangat bersemangat untuk mendaki. Memang pemandangan alam ini sangat menarik dan membuat mereka tertantang untuk mendatanginya setidaknya sekali dalam umur mereka.

Oh Bromo indahnya … Seindah kumelihat wajahmu